Wednesday, May 20, 2026
Monday, August 1, 2022
Pakan untuk Hewan Kesayangan. Home Made atau Kemasan Pabrikan?
Hai sobat pet! Sering muncul pertanyaan amankah bila hewan kesayangan kita mengkonsumsi pakan home made berupa cooked food atau raw food?
Sebelumnya, pengertian dari cooked food adalah pakan untuk hewan kesayangan yang kita siapkan sendiri dan melalui proses pematangan terlebih dahulu sementara raw food tidak melalui proses pematangan alias masih berupa daging segar. Bahan-bahan yang digunakan pun sama seperti bahan makanan segar untuk manusia.
Biasanya para pet owner beralih pada pemberian pakan home made dengan pertimbangan pakan komersial lebih “tidak sehat” karena mengandung pengawet, pewarna, perasa, serta bahan baku yang digunakan dari olahan limbah tulang atau jeroan.
Tetapi tidak seperti itu kenyataanya, sekarang ini sudah banyak perusahaan pakan hewan yang memperhatikan kualitas pakan. Sehingga pet owner memiliki banyak referensi pilihan pakan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap individu hewan kesayangan. Bahkan ada beberapa perusahaan pakan yang mengklaim bahwa produk mereka sudah masuk grade premium atau super premium. Untuk mengklaim hal seperti itu pasti tidak sembarangan dalam memformulasikan pakan bagi hewan kesayangan para pet lovers.
Sebenarnya tidak ada larangan untuk memberikan pakan home made, hanya saja perlu diperhatikan kebutuhan gizi dari hewan kesangan para pet lovers. Seperti contohnya pemberian campuran nasi pada kucing, sebenarnya kucing tidak perlu diberi nasi karena kucing merupakan carnivore obligat. Kecuali kucing sedang dalam kondisi tertentu dimana membutuhkan asupan karbohidrat sebagai sumber energi, dengan catatan harus ada rekomendasi dari dokter hewan.
Pertimbangan lain, pada pakan home made pastikan tidak menggunakan bumbu dapur apapun, juga harus matang. Hindari memberikan bahan mentah seperti daging / jeroan mentah, kuning telur mentah, dan sebagainya. Resiko penyakit seperti bakteri, parasit, dan toksin sangat tinggi pada pakan yang belum dimasak.
Pastikan pet lovers selalu berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menentukan pilihan jenis pakan yang tepat bagi anjing dan kucing kesayangan di rumah.
Ditulis oleh drh. Kamila Edvani
Klinik Hewan Bogor
Myma Pet House
Saturday, January 30, 2021
Obat Hewan Racikan Bebas di Toko Hewan, Berbahayakah?
Sobat Pet, pernahkah saat Pet kalian sakit terus kalian bingung karena harus membawa pet ke Dokter Hewan karena mahal dan memilih untuk membelikan obat di toko hewan kesayangan? Pernahkan juga kalian bertanya apakah obat yang dijual tersebut aman untuk diberikan pada pet kesayangan kalian? Berikut pembahasan dari segi keamanan dan resiko yang akan kalian hadapi bila Sobat Pet kurang berhati-hati dan memberikan obat tanpa pemeriksaan dokter hewan.
Kandungan obat dalam obat-obat racikan pada toko hewan kesayangan sangat bervariasi diantaranya ada antibiotik, vitamin bahkan obat anti radang. Dalam pemberiannya ketiga jenis obat ini tidak boleh diberikan tanpa pengawasan dokter hewan, harus sesuai dosis dan indikasi. Bahaya yang mengincar saat kandungan obat tersebut diberikan tanpa konsultasi adalah:
Antibiotik merupakan suatu senyawa yang dibuat secara sintetis maupun semi sintetis yang bertujuan untuk melawan bakteri. Dalam pemberiannya pada hewan harus sesuai dengan dosis dan harus diberikan sesuai resep dokter. Bila pemberian tidak tepat maka akan timbul efek samping misalnya:
Tidak tercapai dosis penyembuhan yang mengakibatkan pet kita malah tidak sembuh dan malah tambah parah
Timbul resistensi (kondisi dimana bakteri/kuman kebal terhadap antibiotik - sehingga bila seharusnya bisa memakai obat tersebut untuk suatu penyakit, bakteri sudah lebih kuat sehingga kita tidak bisa lagi memakainya)
Overdosis yang biasanya terjadi bila diberikan pada anabul yang memiliki bobot badan kurang dari 1 kg. Takaran yang dijelaskan oleh obat petshop ini tidak memenuhi kaidah-kaidah pengobatan sehingga efek samping sangat mungkin terjadi.
Vitamin merupakan prekusor dalam metabolisme yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit oleh tubuh. Dosis setiap vitamin sangat bervariasi tergantung jenis vitamin. Kelebihan dalam pemberian vitamin juga dapat mengakibatkan keracunan dalam tubuh hewan kesayangan kita, sehingga dapat berakibat fatal. Walaupun hanya vitamin tapi pemberiannya harus sesuai dosis dan kebutuhan.

ilustrasi pemberian obat hewan Anti radang yang diberikan pada hewan kesayangan harus sangat berhati-hati, terutama anti radang dengan jenis steroid seperti dexamethason yang biasanya terkandung di dalam obat racikan bebas di toko hewan.
Dexamethason sangat berbahaya bila diberikan pada kasus seperti virus karena justru akan mengakibatkan penurunan imun, sedangkan pada pet yang terkena virus imun sangat dibutuhkan. Contoh lain pada obat tetes mata yang mengandung steroid tidak bisa pula diberikan tanpa pengawasan dokter hewan, apabila ternyata terdapat luka pada kornea mata, kondisi mata anabul akan lebih parah. Sehingga perlu pemeriksaan dari dokter untuk menentukan jenis tetes mata serta pengobatan yang tepat bagi hewan kesayangan kita.
![]() |
| ilustrasi pemberian tetes mata |
Komposisi obat-obatan tidak semua bisa dicampur. Bisa saja terjadi reaksi/ interaksi obat yang justru dapat merusak kerja obat yang lain, hal ini tidaklah dibenarkan dalam tata cara pembuatan obat yang baik.
Kemasan yang tidak aman, suatu obat yang dikemas harus dibuat menggunakan kaidah tata cara pembuatan obat yang baik, termasuk didalamnya mengenai bahan kemas dan proses pengemasan yang aman serta steril.
Dosis yang tidak tepat dapat mempengaruhi kinerja suatu obat, pada obat pet shop rata-rata sediaannya dalam bentuk tetes yang mana hal ini sangat sulit untuk memastikan ketepatan dan akurasi dosis obat yang akan diberikan pada Pet.
Kalau pada obat, kosmetik dan makanan manusia itu ada BPOM kalau di hewan itu ada BBPMSOH (Balai Besar Pengawas Mutu dan Sertifiasi Obat Hewan). Obat yang baik harusnya akan terdaftar pada balai ini. Balai ini akan menguji potensi dan keamanan suatu obat yang diperuntukkan bagi Hewan. Jadi kalau obat hewan belum teregistrasi pada balai ini maka perlu dipertanyakan tingkat keamanannya dan efektivitasnya.
Berdasarkan penjelasan di atas apakah Sobat Pet masih mau memberikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan? Akan lebih bijak bila Sobat Pet yang mendapati anabulnya sakit langsung dibawa ke dokter hewan terdekat. Tidak semua dokter hewan itu mahal Sobat Pet, asalkan Sobat Pet mau berkonsultasi langsung akan diberikan alternatif pengobatan yang mungkin bisa Sobat Pet usahakan. Pesan dari Myma: Buat Pet Kesayangan Jangan coba-coba.
Klinik Hewan Bogor
drh Anis Oktavia
Thursday, October 8, 2020
Kenali Heat Stroke, Si Silent Killer
Hallo sobat Pet, Pernahkan kalian mendapati pet kalian menjulur-julurkan lidah dan terlihat seperti terengah-engah? Hal ini disebut panting saat suhu lingkungan terasa lebih tinggi dari biasanya atau setelah melakukan aktivitas bermain? Kenapa pet kalian melakukan ini, terutama doggy? Hal ini disebabkan pet tidak memiliki jumlah kelenjar keringat diseluruh permukaan tubuh seperti manusia, pet hanya miliki kelenjar keringat di telapak kaki.
![]() |
| Panting pada anjing |
Aktivitas
berlebih yang dilakukan oleh pet
saat siang hari apalagi saat di luar ruangan dapat meningkatkan suhu tubuh pet maka untuk menurunkan ke suhu tubuh
normal mereka melakukan panting bila
hal ini tidak cukup untuk menurunkan suhu tubuh mereka maka akan didapatkan
kondisi yang disebut Heat Stroke. Kondisi
Heat Stroke pada pet dapat berkibat fatal dan mengancam nyawa pet. Sehingga perlu dilakukan pertolongan segera bila terlanjur
terjadi hal tersebut, atau sobat pet
dapat melakukan pencegahan sebelum terjadinya Heat Stroke.
Gejala yang
ditunjukkan pet saat terjadi
heat stroke biasanya pet terlihat panting yang berlebihan dan
terlihat tidak nyaman setelah melakukan aktivitas di luar ruangan. Pet akan terlihat lemas dan cenderung
berhenti beraktivitas. Beberapa gejala lain yang ditunjukkan pet biasanya berliur yang berlebihan,
gusi terlihat lebih merah, muntah, diare, pet
tidak merespon lagi. Pada kondisi yang berkelanjutan dan tidak segera
mendapatkan penangan pet akan
mengalami perdarahan organ karena panas tubuh yang tinggi menyebabkan
peningkatan aktivitas pembuluh darah bahkan pembuluh darah dapat pecah, hal ini
terlihat bila terjadi diare berdarah setelah Heat stess. Kondisi ini sangat membahayakan nyawa pet.
Beberapa aktivitas dan faktor pendukung yang meningkatkan resiko Heat Stroke:
1. Jenis doggy brachycephalic (Pug, Bulldogs dan doggy dengan moncong pendek)
2. Anjing dengan bulu yang lebat dan berhidung pendek dan obesitas memiliki resiko yang besar.
3. Aktivitas luar ruangan seperti olahraga saat siang hari atau sore hari.
4. Aktivitas di pantai saat siang atau matahari terik.
5. Meninggalkan doggy dalam mobil tanpa pendingin yang memadai dan air minum.
6. Meninggalkan pet dalam ruangan atau kandang yang panas tanpa air minum yang cukup
Apabila telah terlihat adanya gejala heat stroke maka sobat pet harus segera melakukan beberapa upaya pertolongan, diantaranya:
1. Kompres pet dengan air dingin atau ice pack atau dengan handuk basah
2. Upayakan kompres di seluruh area tubuh terutama area punggung, kepala dan leher
3. Segera hubungi dokter hewan atau emergency klinik hewan terdekat
4. Bila masih terdapat kesadaran yang cukup dari pet untuk menelan berikanlah sedikit demi sedikit air untuk diminum
Perhatikan aktivitas dan suhu tubuh pet kalian, bila memungkinkan hindari aktivitas yang berlebihan di
luar ruangan pada siang hari atau terika matahari. Pet cenderung tidak mampu mengontrol aktivitas bermain apabila
sudah terlanjur keasyikan bermain oleh karena itu pemilik hewan harus
memperhatikan aktivitas pet.
Klinik Hewan Bogor
Myma Pet House
Penulis: drh. Anis Oktavia


