Halo
petlovers, kali ini kita akan membahas salah satu penyakit tidak menular yang
kadang dianggap remeh temeh oleh pet owner, atau pet owner tidak menyadari
karena luput dari penglihatan, padahal hal ini sangat membuat tidak nyaman anak
kaki empat kita bahkan bisa sampai menimbulkan nafsu makan berkurang. Kira-kira
apa ya petlovers? Ada yang bisa menebak?
Apa itu Vulnus?
Kulit dan rambut merupakan bagian
tubuh paling luar yang berfungsi sebagai pelindung diri dari trauma luar dan
masuknya benda asing. Apabila kulit mengalami trauma, hal ini dapat menyebabkan
luka atau bahasa kedokterannya adalah vulnus. Luka / vulnus tersebut dapat
merusak jaringan, sehingga dapat menyebabkan
fungsi tubuh terganggu serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak
kaki empat kita.
Penyebab vulnus macam-macam ya petlovers, dapat
ditimbulkan oleh berbagai macam akibat yaitu trauma, seperti luka robek, luka
akibat gesekan, luka akibat tarikan, luka gigitan karena berkelahi dengan hewan
lain, luka bakar, atau luka karena terkena benda tajam lainnya.
Jenis Vulnus
Jenis vulnus/luka dapat dibagi menjadi dua berdasarkan
sifatnya, yaitu vulnus infeksi dan non infeksi. Bagaimana membedakannya? Secara
umum kita bisa membedakan dari beberapa ciri yang bisa petlovers identifikasi,
diantaranya :
1.
Vulnus
non infeksi :
·
Warna
dan bagian luka cenderung merah segar
·
Tidak
terdapat nanah
·
Tidak
berbau
·
Terbentuknya
luka biasanya masih kurang dari 24 jam
·
Minim
kontaminasi dengan lingkungan luar yang kotor
2.
Vulnus
dengan infeksi :
·
Warna
dan bagian luka cenderung tidak segar
·
Memiliki
bau yang menyengat
·
Disertai
dengan adanya nanah
·
Biasanya
terkontaminasi oleh lingkungan sekitar (kandang yang kotor, menempelnya kotoran
pada luka, garukan,jilatan)
·
Kondisi
luka dibiarkan dalam waktu yang cukup lama dan tidak ditangani
Gejalanya bagaimana ya?
1. Adanya rasa nyeri,ditandai dengan seringnya
mengeong/menggonggong, atau memperlihatkan rasa tidak nyaman jika daerah bagian
luka dipegang. Hal ini terjadi karena kerusakan ujung-ujung saraf sensoris
disekitar luka/vulnus tersebut. Intensitas rasa nyeri berbeda-beda tergantung pada
rusaknya ujung-ujung saraf dan lokasi luka.
2. Perdarahan, yang tergantung pada lokasi luka
dan banyaknya pembuluh darah yang rusak. Jika vulnus/luka ini terjadi masih
dalam waktu dekat, warna luka/darah akan terlihat segar.
3. Gangguan fungsi tubuh, tergantung posisi luka, misalkan jika jika posisinya ada di kaki bagian bawah kucing/anjing akan terlihat pincang atau mengangkat kaki.
4. Adanya kebengkakan atau radang yang bisa sampai menyebabkan naiknya suhu tubuh (demam)
5. Menurunnya nafsu makan dan minum karena anak kaki empat merasa tidak nyaman
![]() |
Contoh vulnus pada bagian bahu kucing |
Bagaimana penanganannya?
Tentunya petlovers
pasti menginginkan yang terbaik untuk anak kaki empat nya ya, berikut sedikit
tips dari kami jika anak kaki empat mengalami luka/vulnus akibat hal-hal di
atas yang sudah disebutkan :
1.
Masukkan hewan dalam kandang untuk sementara
waktu (jika anak kaki empatnya terbiasa tidak di kandang) agar meminimalisir
pergerakan/aktivitas dan memudahkan kita untuk mengontrol.
2.
Jika lukanya terletak di tempat-tempat yang dapat
dijangkau oleh garukan atau jilatan,pakaikan collar agar luka tidak semakin
parah ya petlovers.
3.
Pastikan kandang/tempat tidur anak kaki empat
kita sebersih mungkin, ini bertujuan agar luka tidak mudah terinfeksi oleh
bakteri yang ada di lingkungan. Alih alih sembuh, jika kandang kotor malah akan
menimbulkan hal lain yang lebih parah, abses misalnya.
4.
Jika nafsu makan sampai turun, konsultasikan
juga dengan dokter hewan pakan apa yang
5.
Pembersihan daerah luka harus rutin dilakukan,
yang tahapan-tahapannya sesuai dengan saran yang diberikan dokter hewan
6.
Yang terakhir dan yang paling penting, bawalah
anak kaki empat kita ke dokter hewan yang sudah menjadi kepercayaan petlovers
masing-masing, karena dokter hewan akan memberikan suggest dan pengobatan
sesuai dengan kasus yang dialami oleh anak kaki empat kita. Lebih cepat di bawa
ke dokter hewan lebih baik ya petlovers, karena vulnus ini sifatnya luka
terbuka yang kemungkinan terkontaminasi dengan lingkungannya lebih besar
sehingga pengobatannya pun harus sesegera mungkin dilakukan.
Perlukah Pemberian Obat?
Perlu petlovers, tapi
yang harus digaris bawahi adalah, pemberian obat disini harus dengan arahan dan
resep dari dokter hewan karena pemberian jenis dan dosis obat untuk kasus ini
harus disesuaikan dengan kasus yang dialami anak kaki empat kita, jangan sampai
dengan keteledoran kita memberikan obat yang tidak sesuai dengan penyakit,
malah tambah memperparah bahkan dapat menimbulkan efek resisten pada obat
tertentu.
Semoga artikel ini bermanfaat ya petlovers. Hewan
peliharaan kita adalah tanggung jawab kita, sudah seharusnya kita menjaga
mereka dengan perhatian dan kasih sayang, dan mudah-mudahan petlovers selalu
menjadi orang tua terbaik untuk anak kaki empatnya 😊
drh. Anandita Nurul Kamila
Klinik Hewan Bogor Myma Pet House