Saturday, June 2, 2018

Vulnus, Sakit yang Kadang Terlewatkan


Halo petlovers, kali ini kita akan membahas salah satu penyakit tidak menular yang kadang dianggap remeh temeh oleh pet owner, atau pet owner tidak menyadari karena luput dari penglihatan, padahal hal ini sangat membuat tidak nyaman anak kaki empat kita bahkan bisa sampai menimbulkan nafsu makan berkurang. Kira-kira apa ya petlovers? Ada yang bisa menebak?

Apa itu Vulnus?

Kulit dan rambut merupakan bagian tubuh paling luar yang berfungsi sebagai pelindung diri dari trauma luar dan masuknya benda asing. Apabila kulit mengalami trauma, hal ini dapat menyebabkan luka atau bahasa kedokterannya adalah vulnus. Luka / vulnus tersebut dapat merusak jaringan, sehingga dapat menyebabkan  fungsi tubuh terganggu serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak kaki empat kita.
Penyebab vulnus macam-macam ya petlovers, dapat ditimbulkan oleh berbagai macam akibat yaitu trauma, seperti luka robek, luka akibat gesekan, luka akibat tarikan, luka gigitan karena berkelahi dengan hewan lain, luka bakar, atau luka karena terkena benda tajam lainnya.

Jenis Vulnus

Jenis vulnus/luka dapat dibagi menjadi dua berdasarkan sifatnya, yaitu vulnus infeksi dan non infeksi. Bagaimana membedakannya? Secara umum kita bisa membedakan dari beberapa ciri yang bisa petlovers identifikasi, diantaranya :
1.      Vulnus non infeksi :
·         Warna dan bagian luka cenderung merah segar
·         Tidak terdapat nanah
·         Tidak berbau
·         Terbentuknya luka biasanya masih kurang dari 24 jam
·         Minim kontaminasi dengan lingkungan luar yang kotor
2.      Vulnus dengan infeksi :
·         Warna dan bagian luka cenderung tidak segar
·         Memiliki bau yang menyengat
·         Disertai dengan adanya nanah
·         Biasanya terkontaminasi oleh lingkungan sekitar (kandang yang kotor, menempelnya kotoran pada luka, garukan,jilatan)
·         Kondisi luka dibiarkan dalam waktu yang cukup lama dan tidak ditangani

Gejalanya bagaimana ya?

1. Adanya rasa nyeri,ditandai dengan seringnya mengeong/menggonggong, atau memperlihatkan rasa tidak nyaman jika daerah bagian luka dipegang. Hal ini terjadi karena kerusakan ujung-ujung saraf sensoris disekitar luka/vulnus tersebut. Intensitas rasa nyeri berbeda-beda tergantung pada rusaknya ujung-ujung saraf dan lokasi luka.

2. Perdarahan, yang tergantung pada lokasi luka dan banyaknya pembuluh darah yang rusak. Jika vulnus/luka ini terjadi masih dalam waktu dekat, warna luka/darah akan terlihat segar.

3. Gangguan fungsi tubuh, tergantung posisi luka, misalkan jika jika posisinya ada di kaki bagian bawah kucing/anjing akan terlihat pincang atau mengangkat kaki.

4. Adanya kebengkakan atau radang yang bisa sampai menyebabkan naiknya suhu tubuh (demam)

5. Menurunnya nafsu makan dan minum karena anak kaki empat merasa tidak nyaman

Contoh vulnus pada bagian bahu kucing


Bagaimana penanganannya?

Tentunya petlovers pasti menginginkan yang terbaik untuk anak kaki empat nya ya, berikut sedikit tips dari kami jika anak kaki empat mengalami luka/vulnus akibat hal-hal di atas yang sudah disebutkan :
1.      Masukkan hewan dalam kandang untuk sementara waktu (jika anak kaki empatnya terbiasa tidak di kandang) agar meminimalisir pergerakan/aktivitas dan memudahkan kita untuk mengontrol.
2.      Jika lukanya terletak di tempat-tempat yang dapat dijangkau oleh garukan atau jilatan,pakaikan collar agar luka tidak semakin parah ya petlovers.
 
Contoh pemakaian collar pada kucing



3.      Pastikan kandang/tempat tidur anak kaki empat kita sebersih mungkin, ini bertujuan agar luka tidak mudah terinfeksi oleh bakteri yang ada di lingkungan. Alih alih sembuh, jika kandang kotor malah akan menimbulkan hal lain yang lebih parah, abses misalnya.
4.      Jika nafsu makan sampai turun, konsultasikan juga dengan dokter hewan pakan apa yang
5.      Pembersihan daerah luka harus rutin dilakukan, yang tahapan-tahapannya sesuai dengan saran yang diberikan dokter hewan
6.      Yang terakhir dan yang paling penting, bawalah anak kaki empat kita ke dokter hewan yang sudah menjadi kepercayaan petlovers masing-masing, karena dokter hewan akan memberikan suggest dan pengobatan sesuai dengan kasus yang dialami oleh anak kaki empat kita. Lebih cepat di bawa ke dokter hewan lebih baik ya petlovers, karena vulnus ini sifatnya luka terbuka yang kemungkinan terkontaminasi dengan lingkungannya lebih besar sehingga pengobatannya pun harus sesegera mungkin dilakukan.

Perlukah Pemberian Obat?

Perlu petlovers, tapi yang harus digaris bawahi adalah, pemberian obat disini harus dengan arahan dan resep dari dokter hewan karena pemberian jenis dan dosis obat untuk kasus ini harus disesuaikan dengan kasus yang dialami anak kaki empat kita, jangan sampai dengan keteledoran kita memberikan obat yang tidak sesuai dengan penyakit, malah tambah memperparah bahkan dapat menimbulkan efek resisten pada obat tertentu.
Semoga artikel ini bermanfaat ya petlovers. Hewan peliharaan kita adalah tanggung jawab kita, sudah seharusnya kita menjaga mereka dengan perhatian dan kasih sayang, dan mudah-mudahan petlovers selalu menjadi orang tua terbaik untuk anak kaki empatnya 😊

drh. Anandita Nurul Kamila
Klinik Hewan Bogor Myma Pet House